Tamansari

Eropa bukanlah satu-satunya tempat di mana Anda bisa menikmati keindahan arsitektur abad ke-18. Istana yang memiliki beberapa kolam pemandian serta wewangian dari bunga-bunga yang sengaja ditanam di pulau buatan di sekitarnya ini dibangun sebagai hadiah untuk istri-istri penguasa Yogyakarta saat itu, Sultan Hamengku Buwono I, oleh arsitek berkebangsaan Portugis.

Setelah melalui koridor yang berliku menuju menara, Anda bisa menuruni anak tangga melewati Gapura Agung menuju Tajug, lorong bawah tanah yang berfungsi sebagai bunker sekaligus penghubung antara Taman Sari dengan keraton dan Pulo Kenongo.

Tempat ini banyak memiliki ruang rahasia yang tersembunyi, salah satunya adalah ruang penyimpanan senjata. Dari sini perjalanan dapat dilanjutkan ke Sumur Gumuling, masjid bawah tanah yang didesain dengani sisi akustik yang baik. Jaman dahulu, ketika imam mempimpin shalat, suara imam dapat terdengar dengan lantang ke segala penjuru.

Taman Sari

Lokasi: Jl. Taman, Yogyakarta
Jam Operasional: 08.00 – 14.00
Tiket Masuk: Rp3.000,- (Lokal) | Rp7.000 (Asing)