Candi Abang

Candi Abang tidak memiliki bentuk seperti candi pada umumnya. Di candi ini pengunjung tidak akan menemukan susunan batuan megah dengan pahatan relief, melainkan sebuah gundukan tanah laksana bukit telletubies.

Dalam bahasa Jawa kata abang berarti merah. Candi Abang berarti candi yang merah. Berbeda dengan candi-candi lain yang disusun dari batuan andesit yang berwarna hitam, maka Candi Abang terbuat dari susunan batu bata berwarna merah serupa dengan bangunan candi di Mojokerto. Karena itulah candi ini dinamakan Candi Abang.

Uniknya, bentuk Candi Abang ini tidak menyerupai candi-candi pada umumnya yang megah. Saat ditemukan, Candi Abang hanya berupa gundukan batu bata merah yang menyerupai piramida, dengan alas 36 x 34 meter.  Di bagian tengah candi terdapat sumur dan tangga masuk yang terbuat dari batu gamping.

Candi  Abang Layaknya Bukit Telletubies

Kini bentuk Candi Abang lebih menyerupai sebuah bukit dalam serial film kartun anak-anak, Bukit Telletubies. Rumput hijau yang menutupi permukaan candi menjadikan kesan Bukit Telletubies semakin kuat. Di sekitar candi terdapat padang rumput yang luas, lengkap dengan kupu-kupu berterbangan di atasnya. Suasananya yang sepi dan asri membuat Candi Abang layak dijadikan lokasi piknik bersama kerabat maupun hunting foto. Saat senja tiba, pengunjung bisa menyaksikan mega yang berubah warna dari puncak bukit.